Senin, 17 Juni 2013

REMAJA INDONESIA TERSERANG DEMAM Published : 16.34 Author : Heru Nurrohman Indonesia hari ini, sering kali terkena "DEMAM".... Zaman memanng terus berubah, karena sifat yang melekat pada lingkungan adalah perubahan dan itu memang sudah menjadi hukum alam yang tidak bisa ditolak kebenarannya. Jika benar perubahan tidak bisa kita hentikan, apa yang harus kita lakukan? Menurut saya, kita sudah selayaknya menyesuaikan diri terhadap perubahan itu, artinya perubahan-perubahan yang terjadi menjadi penguat keunikan yang ada dalam diri kita. Berikut saya uraikan sedikit perubahan yang terjadi dikalangan remaja dewasa ini, yang saya gantikan dengan istilah demam. Ketika saya berjalan-jalan, menonton media televisi, dan browsing di media online, seringkali ada hal ganjil yang membuat saya tertarik untuk mengamatinya secara mendalam. Salah satunya adalah perilaku remaja, Demam Korea (Berwujud dalam Penampilan), Demam Galau, Demam Berdarah (Tawuran), Demam Panggung (Sembunyi di Pojok2 Gang), Demam Asmara (Pada Nempel Dipinngir Jalan), dan Demam yang lain2 lg... Mungkin ini hanya kekhawatiran dari pribadi saya, melihat perilaku para remaja yang "tampil" dengan percaya dirinya membawa simbol budaya barat, ada yang mengatakan "selama itu tidak merugikan orang lain mah nggak apa-apa." Saya juga tidak menyalahkan pendapat seperti itu, tetapi kita hidup dalam budaya timur dan alangkah baiknya jika mereka mampu tampil menjadi dirinya sendiri. Apakah ini karena masa remaja merupakan masa yang "labil"? Apakah karena jika tampil dengan gaya sendiri kurang menarik? Apakah peran keluarga, sekolah, masyarakat dan pemerintah tidak berjalan maksimal? Apakah karena bergesernya nilai-nilai pada individu? Apakah memang sudah masanya seperti ini? dan Apakah ini yang terbaik untuk putra dan putri Indonesia? Banyak sekali pertanyaan yang menggelayut dibenak saya, dan banyak yang belum mendapatkan jawaban untuk dicarikan solusinya. Hufff....(sembari menarik nafas panjang), ini kah yang dicita-citakan para pendiri bangsa kita? Atau ini kesalahan dari para penerus bangsa yang tidak mampu mewujudkan cita-cita mulia pendahulu kita? Sudahlah, mungkin itu hanya "sampah" dari pikiran saya, yang belum mampu memahami perkembangan zaman... Memang dalam setiap masa memiliki generasi nya, dan dalam setiap generasi akan menorehkan ceritanya... Semoga ini merupakan proses yang akan jadi batu loncatan, dalam menuju kedewasaan... Amin Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar